Tuesday, November 19, 2013

RAHASIA UMUR PANJANG



Memiliki umur yang panjang tentulah menjadi impian dari semua manusia normal di muka bumi ini. Semua  keluarga mengharapkan  semua anggota keluarganya dapat memiliki umur panjang. Banyak orang meyakini bahwa umur panjang dapat diperoleh melalui kehidupan keluarga yang bahagia dan  mempunyai pola makan yang sehat. Oleh karena itu banyak keluarga yang selalu menyediakan makanan yang sehat untuk keluarganya.
Selain faktor kesehatan, tentu saja umur panjang juga dipengaruhi faktor  psikologi dan hubungan sosial serta  kontrol emosi yang positif. Disamping faktor tersebut diatas tentu ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kehidupan dan lingkungan seperti berikut ini.  
    
a. Keluarga yang harmonis.
Menurut penelitian orang-orang yang hidupnya bahagia cenderung hidup lebih lama atau mempunyai umur panjang. Menciptakan kehidupan keluarga yang bahagia memang tidak selalu gampang, tetapi selalu bisa dibangun dan diupayakan. Untuk itu perlu dibangun rasa kebersamaan, saling mempercayai, saling mendengar dengan demikian akan tercipta rasa cinta kasih dan kebahagiaan. 

b. Pernikahan yang bahagia.
Menurut penelitian rata-rata orang-orang yang memiliki pernikahan bahagia cenderung umurnya lebih panjang dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berkeluarga (single). 
c. Menjadi tetangga yang baik.
Saling mengasihi dan memperlakukan orang lain seperti apa yang kita inginkan adalah salah salah satu kebutuhan hidup yang bahagia. Tetangga merupakan  komunitas pendukung hidup kita dimana bantuannya sering kita perlukan.  Tetangga akan mencegah kita hidup dari rasa terisolasi dan kesepian. Hal ini akan mendukung hidup bahagia dan umur panjang. 
d. Melayani  orang lain.
Hidup melayani orang lain adalah tindakan yang selalu menciptakan kebahagiaan tersendiri sebagai akibat dari kebahagiaan yang dirasakan orang yang dilayani. Tindakan seperti ini akan membuang sikap ego yang bisa memisahkan kita dari orang lain. Orang yang penuh kasih sayang akan sangat mudah memahami orang lain, memiliki empati sama orang lain dan tidak gampang stress. Kasih sayang akan menumbuhkan kebaikan untuk mencintai orang lain. Perilaku yang tidak mementingkan diri sendiri dan mendahulukan orang lain  akan menumbuhkan cinta, perdamaian. 
e. Melupakan kesalahan orang lain.
Melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain merupakan obat yang paling manjur bagi perasaan kita yang tertekan karena menyimpan kekecewaan dalam kehidupan kita.  Seringkali orang terbeban oleh masa lalu yang tidak  bisa dilupakan dan akan menjadi penyakit berkepanjangan apabila selalu disimpan dalam hatinya. Makanya orang bijak sering berkata rela memaafkan adalah obat yang paling manjur. Sikap rela memaafkan akan meningkatkan hubungan dengan sesama dan memperpanjang umur kita. 

f. Saling menghargai.
Sikap saling menghargai akan menumbuhkan rasa toleransi. Dengan sikap toleransi penderitaan kita akan terasa  kecil dan berkat kita terasa besar. Sikap toleransi dapat  mengubah situasi negatif menjadi situasi positif. 

g. Rendah hati
Hidup dengan rendah hati akan membawa kita kedalam kehidupan yang sederhana, bersih tidak banyak menuntut tapi justru banyak memberi. Orang yang rendah hati selalu melakukan hal-hal, yang bisa dilakukan sendiri.
Anda ingin memiliki umur panjang? Lakukanlah hal-hal tersebut diatas dalam kehidupanmu.

Sunday, November 17, 2013

HIDUPLAH LEBIH BERMAKNA BUKAN LEBIH LAMA



      
Boyke adalah seorang pemuda berumur 18 tahun yang sangat cerdas dan selalu menjadi bintang kelas di sekolahnya. Pada saat pengumuman ujian nasional dia memperoleh nilai terbaik dan menjadi peringkat pertama tingkat Nasional. 
Setelah lulus  dari SMA dia mendaftarkan diri ke perguruan tinggi dengan memilih fakultas kedokteran dan fakultas hukum. Pada saat pengumuman dia lulus dan diterima di fakultas kedokteran sebagai pilihan pertamanya. Selama 5 tahun duduk  perguruan tinggi dia selalu mendapat prestasi terbaik dan menjadi lulusan tercepat pada angkatannya.

          Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, dia mengabdikan diri dan bekerja di sebuah rumah sakit di pinggiran kota. Setelah bekerja selama 2 tahun, dia ingin melanjutkan kuliahnya lagi ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, menjelang awal perkuliahan dia merasa kurang sehat. Ia sering mengalami keletihan dan badannya semakin kurus. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan, ternyata didiagnosa dia menderita penyakit leukemia akut.
Sebagai seorang dokter dia memahami dan menyadari penyakitnya adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya yang hampir belum pernah bisa disembuhkan. Sehingga dia merasa tertekan dan patah semangat menjalani hidupnya.

          Akan tetapi tidak berapa lama kemudian, dia membangkitkan semangatnya dan tidak mau larut dalam kesedihan dan berpikir betapapun penderitaannya hidup harus jalan terus. Pada saat itu telah terjadi suatu bencana alam di suatu pulau di negerinya. Bencana tersebut telah memporak-porandakan pulau itu dan mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia serta ribuan orang yang menderita luka-luka dan terancam berbagai penyakit maupun bahaya kelaparan.

          Mendengar kejadian yang sangat menyedihkan itu, ia memutuskan untuk berangkat ke pulau itu menjadi relawan guna menolong para korban bencana disana. Dalam kondisi yang semakin lemah dia menguatkan dirinya berangkat ke lokasi bencana tersebut dengan membawa beberapa perlatan yang dibutuhkan. 
Sesampainya dilokasi bencana dia berusaha mencari suatu tempat pemondokan untuk tempat praktek menolong orang-orang korban bencana. Setiap hari orang berbondong-bondong mendatangi pemondokan tersebut untuk mendapatkan pertolongannya. 

          Selama dua bulan tinggal di daerah bencana itu, dia telah berhasil membantu dan menolong ratusan orang korban bencana. Akan tetapi penyakitnya semakin parah. Ditengah perjuangan menolong ratusan orang yang masih membutuhkan pertolongannya diapun terus berjuang melawan penyakitnya. Tak ada orang yang tau bahwa dia sebenarnya dalam kondisi penyakit parah yang sangat membutuhkan pertolongan, tapi dia hanya bisa menolong tanpa pernah mendapat pertolongan. Pada bulan keempat dia tinggal dilokasi bencana penyakitnya semakin parah dan akhirnya ia meninggal. Dia meninggal dalam usia yang masih muda. Dia meninggal ditengah-tengah perjuangannya menolong para korban bencana dan meninggal ditengah-tengah ratusan orang yang telah berhasil diselamatkan.

Friday, November 15, 2013

JADILAH ORANG YANG DIPERHITUNGKAN



           Keberadaan atau kehadiran seseorang dalam suatu kumpulan atau komunitas tertentu bisa dilihat dari tiga aspek. Ada orang yang kehadiran atau keberadaannya dalam suatu kumpulan tidak terlalu diperhitungkan dan berpengaruh hadir atau tidak hadir, tak  akan memberikan dampak atau pengaruh juga tidak terlalu dibutuhkan orang sekelilingnya. Namun ada juga orang yang kehadirannya sangat berpengaruh pada suasana suatu kumpulan, kehadirannya sangat ditunggu-tunggu dan akan banyak orang yang mencari-cari dan mempertanyakan ketidak hadirannya. Sebaliknya ada juga orang yang tidak terlalu diharapkan kehadirannya dalam suatu kumpulan atau acara tertentu, bahkan dianggap lebih baik kalau dia tidak hadir dalam suatu acara atau perkumpulan, karena dia dianggap hanya sebagai trouble maker. 

          Dengan berpatokan ke tiga hal tersebut diatas sebetulnya kita dapat menilai diri sendiri apakah kehadiran kita pada suatu acara atau komunitas tertentu memberi pengaruh, ditunggu-tunggu orang lain, atau sebaliknya justru kehadiran kita tidak diharapkan orang lain.   

          Suatu ketika saya menghadiri acara pernikahan teman. Saat kedua mempelai memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan, si mempelai pria berkata, “Aku bersyukur karena pada akhirnya kami bisa menikah. Tapi sebetulnya dia bukanlah tipe wanita yang saya sukai. Dari wajah atau penampilan bahkan dari pendidikannya tidak masuk kriteria yang saya punya. Apa yang tidak aku suka justru itu yang kudapatkan. Dari sekian banyak perempuan yang pernah bergaul dengan saya, justru inilah yang paling tidak sesuai dengan kriteria. Kata-katanya membuat semua undangan terbahak-bahak karena dianggap itu suatu lelucon. Namun kata-katanya itu membuat hati dan perasaanku terusik, mengapa ia berkata demikian. Aku berpikir kalau dia hanyalah satu dari sekian banyak orang yang mengeluh akan pasangannya. Benarkah demikian bahwa apa yang tidak disukai, itu yang akan kita dapatkan?  

          Banyak yang bertanya-tanya mengapa mereka mendapatkan pasangan yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Setiap orang pasti ingin mendapatkan pasangan sesuai dengan apa yang diinginkan. Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, tentu saja orang harus mengorbankan yang berharga sehingga ada keseimbangan. Untuk mendapatkan barang yang bagus, tentu kita harus membayar dengan harga mahal karena sesuai dengan kualitasnya. Demikian pula dalam mendapatkan pasangan hidup. Tentu saja akan sulit bagi seseorang untuk mendapatkan pasangan dengan kriteria yang tinggi dan menjadi orang yang diperhitungkan, tetapi dia sendiri memiliki keberadaan dan kepribadian yang berlawanan. Logikanya orang yang mempunyai kepribadian yang tidak baik akan sulit berhubungan dengan orang-orang yang punya tabiat lemah lembut. Tabiat yang buruk akan membatasi ruang lingkup pergaulan kita. Sikap dan perilaku kita akan membuat kita kesulitan mandapatkan apa yang kita inginkan.     

Apakah anda ingin mendapatkan pasangan  hidup yang baik dengan kepribadian yang baik, maka andapun harus punya kepribadian atau kriteria tersebut. Apakah anda ingin menjadi orang yang diperhitungkan dalam suatu perkumpulan atau komunitas tertentu? Tingkatkanlah kualitas hidup dan pribadimu jangan menjadi manusia murahan. Menjadi orang yang diperhitungkan tentu kita tidak harus berbicara seputar materi atau kekayaan, tetapi yang penting adalah menyangkut karakter dan kepribadian kita. Karakter dan kepribadian adalah modal utama untuk menjadi orang yang diperhitungkan dan modal untuk menggapai sukses dan impian.

          Mari kita tingkatkan kualitas hidup untuk menjadi orang yang diperhitungkan. Kita bangun karakter dan tumbuhkembangkan nilai-nilai moral dalam kehidupan kita.                            

Wednesday, November 13, 2013

ANAK MUDA YANG BAIK HATI



          Bagi kita yang hidup dikota besar seperti Jakarta, menemukan anak-anak remaja atau anak-anak muda yang nakal, urakan dan sering terlibat perkelahian maupun  tawuran sudah merupakan pemandangan yang biasa, dimana kita juga sering melihat di Televisi atau membaca di mass media anak-anak sekolah ataupun mahasiswa yang terlibat perkelahian dijalanan dan ditangkap aparat keamanan karena menggunakan narkoba. Bahkan kitapun tidak perlu heran lagi kalau ada suatu hasil penelitian yang mengatakan bahwa tidak satupun RW di Jabodetabek yang terbebas dari penggunaan narkoba, karena faktanya memang demikian. Entah itu karena pengaruh dari gaya kehidupan dikota-kota besar yang banyak bersifat tidak mendidik bagi anak-anak muda atau karena kesulitan kehidupan secara ekonomi ataupun kesalahan orang tua yang kurang perhatian dan tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya. 

          Maka menemukan anak muda yang baik hati dan penuh sikap sopan santun bisa menjadi hal yang langka dan sangat mengesankan bagi kita dikota-kota besar.  Akibat dari sikap yang kurang hati-hati mengemudikan kendaraan, pada suatu hari saya mengalami tabrakan kendaraan dengan seorang anak muda yang mengemudikan kendaraan sedan. Karena saya terburu-buru mengejar waktu untuk bisa ikut appel pagi kantor, di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata saya memutar balik terlalu cepat dan tidak memperhitungkan dengan cermat kecepatan kendaraan yang datang dari arah Pancoran, maka mobil saya (kijang) menabrak mobil sedan yang dikendarai oleh seorang anak muda. Akibatnya lampu besar sebelah kiri mobil saya hancur dan pintu depan sebelah kanan sedan yang dikendarai anak muda itu penyok dan hingga kena stir. Tiba-tiba beberapa tukang ojek yang disekitar itu langsung mengerubuti kami dan menunjuk-nunjuk saya dan berteriak-teriak mengatakan mobil kijang ini yang salah. Kami berduapun turun masing-masing meminggirkan mobilnya ke trotoar. Setelah mobilnya dipinggarkan anak muda itu dengan suara yang mantap dan sopan berkata kepada tukang-tukang ojek yang masih berkerumun, bapak-bapak semua mohon tenang dan mohon maaf tidak usah ikut campur biar kami selesaikan berdua persoalannya, kami sama-sama salah katanya. Akhirnya tukang ojek itupun pada pergi satu-satu dengan pandangan yang mengandung rasa heran melihat sikap anak muda itu.

            Setelah kerumunan tukang  ojek itu bubar sayapun mendatangi anak muda itu untuk  minta maaf karena merasa saya yang salah. Kalaupun dia mengaku ikut salah saya merasa punya andil kesalahan yang paling besar. Saya berkata,maaf mas saya agak terburu-buru sehingga terjadi kecelakaan ini. Saya minta tolong mas, ini kecelakaan tidak disengaja dan tidak ada yang menginginkan, kalau boleh biarlah kita menanggung kerusakan dan memperbaiki kendaraan masing-masing, sekali lagi saya minta maaf saya sadar ini kesalahan saya. Tapi, tiba-tiba anak muda itu memberikan jawaban yang tidak saya duga-duga dan menyejukkan perasaan. Dengan ucapan yang mantap dan sangat simpatik dia berkata, Bapak tidak usah khawatir mobil saya pakai asuransi dan sayapun bisa bantu untuk memperbaiki mobilnya, asal Bapak bersedia minta surat keterangan dari polisi untuk kepentingan urusan asuransi bahwa mobil kita mengalami kecelakaan. Tentu saja saya menyambut tawarannya itu dengan senang hati dan penuh rasa sukacita. Selanjutnya dia memberikan kartu namanya disertai dengan kartu nama ayahnya sambil berkata, mana tau ada kesulitan dikantor polisi boleh tunjukkan kartu nama ini. Sebenarnya saya tidak terlalu suka untuk menggunakan Kartu nama ayahnya itu, karena terkesan sedikit arogan dan menggunakan power, dimana ayahnya seorang Kolonel Angkatan Darat. Walaupun akhirnya terpaksa saya gunakan juga karena mendapat pelayanan yang kurang simpatik di kantor polisi.
          Besoknya saya pergi kantor polisi ke Pos polisi Pancoran untuk mengurus surat keterangan dimaksud.  Setelah saya jelaskan kepada pak Polisi yang ada di pos itu sehari sebelumnya saya mengalami tabrakan dengan seorang pengendara yang lain saya minta dibuatkan surat keterangan untuk persyaratan urusan asuransi. Betul seperti yang diduga anak muda itu, saya mendapatkan pelayanan yang tidak simpatik dari petugas kepolisian ditempat itu, dimana petugas itu mengatakan sayakan tidak melihat mobilmu itu tabrakan mana mungkin saya buat surat keterangan untuk kejadian itu katanya. Betul, bapak memang tidak melihat kejadian itu maka saya terangkan untuk dituangkan dalam surat keterangan itu dan hal seperti itu sudah merupakan hal yang standar untuk urusan administrasi asuransi. Tapi pak polisinya tetap ngotot dan berkata, mana mungkin saya bertanggung jawab untuk membuat keterangan atas kejadian yang tidak saya lihat katanya. Terus saya katakan, tentu saja saya yang harus bertanggung jawab atas kebenaran kejadian itu, tapi surat keterangannya dibuatkan oleh pihak kepolisian. Karena petugasnya tetap ngotot tidak mau, akhirnya saya berikan contoh, kalau seseorang kehilangan KTP lantas dia datang ke Bapak minta surat keterangan kehilangan untuk bisa mengurus KTP baru di kelurahan, apakah Bapak akan menolak dan mengatakan saya tidak mengetahui KTPmu itu hilang.  Karena petugasnya terus ngotot terpaksa juga saya menggunakan jurus yang ditawarkan anak muda itu, dengan mengatakan kalau Bapak tidak mau melayani saya biar orang ini yang berurusan dengan Bapak sambil saya sodorkan kartu nama pak Kolonel itu. Tiba-tiba dia kaget dan berubah sikap sambil berkata, jangan bawa-bawa nama orang lain dong untuk urusan seperti ini katanya sambil memerintahkan anak buahnya untuk mengetik surat dimaksud. Tidak sampai sepuluh menit suratnya sudah selesai dan langsung ditanda tangani polisi kepala pos itu.
          Besoknya saya menjumpai anak muda itu dikantornya, selanjutnya kami sama-sama berangkat membawa kedua mobil yang mengalami kerusakan itu ke bengkel yang ditentukan asuransi.  Tiga  hari kemudian saya ditelpon anak muda itu memberitahu supaya sama-sama pergi ke bengkel untuk mengambil mobil itu karena sudah selesai diperbaiki. Setibanya dibengkel kami disodori perincian biaya perbaikan mobil itu untuk ditanda tangani, dimana masing-masing mobil dikenakan biaya Rp. 2 juta. Setelah tanda tangan kami dipersilakan mengambil mobil masing-masing.
Sambil jalan mau mengambil mobil masing-masing anak muda itu berkata, pak sudah selesai urusannya ya, mudah-mudahan kita tidak akan pernah lagi mengalami kecelakaan katanya. Sambil mengucapkan terimakasih saya menyalami anak muda itu dan mohon pamit.

         Sepanjang jalan mau pulang ke rumah saya merenung membayangkan anak muda yang baik hati dan penuh sikap sopan santun itu. Kalau melihat kejadiannya seharusnya saya yang harus menanggung biaya perbaikan kedua kendaraan itu. Ternyata perbaikan mobil saya justru ditanggung asuransi atas pertolongan anak muda yang baik hati itu.  Ternyata ditengah-tengah banyak anak muda yang kita temukan sering tawuran dan terjerumus pada sikap tidak terpuji yang suka mabuk-mabukan miras dan menggunakan narkoba, masih bisa kita kita temukan anak muda yang baik hati dan punya sikap sopan santun yang sangat mengagumkan.
Kiranya anak muda ini menjadi idola dari banyak anak muda yang menjadi gerasi penerus.