Showing posts with label Kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label Kebahagiaan. Show all posts

Wednesday, March 26, 2014

MENEMUKAN KEBAHAGIAAN



     
     Seorang milyarder yang menjadi komisaris dari beberapa perusahaan selalu berkeluhkesah karena tidak bisa pernah menemukan kebahagiaan sepanjang kehidupannya yang sudah hampir tiga perempat abad lamanya. Hampir setengah abad dari hidupnya telah digunakan untuk mengumpulkan berbagai harta benda hingga  mempunyai beberapa villa mewah dibeberapa perbukitan yang indah, lahan perkebunan yang cukup luas, beberapa rumah dan apartemen dibeberapa daerah elit, beberapa kendaraan mewah juga  dimiliki yang menjadi tunggangannya sehari-hari kemanapun dia pergi, juga mempunyai pesawat pribadi yang bisa  ditumpangi kemanapun dia ingin terbang apakah itu didalam negeri maupun keluar negeri dan terakhir diapun memiliki satu kapal pesiar. Dengan segala harta yang dimiliki,  dia dan keluarganya telah menjelajahi hampir semua tempat rekreasi dan tempat peristirahatan terindah di muka bumi ini. Segala hal yang dia inginkan setiap saat bisa diperoleh dengan harta melimpah yang dia punyai. 

          Saya telah menjelajahi hampir semua tempat terindah dimuka bumi ini dan dengan harta yang saya miliki bisa dengan mudah bisa memperoleh dan menikmati apapun yang saya inginkan, akan tetapi  belum pernah menemukan kebahagiaan, demikian dia bercerita panjang lebar dan berkeluhkesah kepada seorang temannya pekerja sosial di suatu panti asuhan. Selanjutnya dia berkata kepada temannya itu, bahwa dia merencanakan menjual seluruh harta yang dimiliki dan hasilnya akan disumbangkan kepada suatu lembaga amal setelah menisihkan sebagian kecil untuk membeli sebuah rumah kecil didesa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota dan menabung sedikit di bank untuk bekal hidupnya menjalani hari tuanya dengan harapan diakhir hidupnya bisa menemukan kebahagiaan.

          Terharu melihat temannya sang milyarder itu, pekerja sosial itu mengajaknya ke panti asuhan dimana dia bekerja dengan harapan temannya itu bisa menemukan kebahagiaan. Maka pada suatu hari dia mengikuti ajakan temannya itu menghadiri suatu acara yang diadakan di panti asuhan. Akan tetapi setelah beberapa jam dia mengikuti acara di panti asuhan itu, dia keluar meninggalkan gedung itu dengan langkah yang gontai dan pikiran lesu dia memasuki mobilya yang diparkir dihalaman panti asuhan itu. Tapi baru saja dia mau membuka pintu mobilnya, seorang gadis kecil menarik tangannya dan menegurnya dengan suara lembut “om mau pulang ya”
“Iya, nak jawab sang milyarder itu sambil tersenyum. “Om boleh nggak aku minta sesuatu sama Om? Tanya gadis kecil yang bernama Santy itu. “Boleh” jawab sang milyarder itu. “Tapi, aku takut nggak boleh sama Om”. Sang milyarder itu tersenyum. Dia punya harta berlimpah, apa yang tidak bisa dia beri. Apalagi untuk seorang anak kecil yatim piatu ini, apapun permintaannya pasti gampang bisa dipenuhi. Memangnya Santy mau minta apa? Tanya sang milyarder sambil memegang tangan Santy.  “Om, Santy minta kalau boleh memanggil Om sebagai Ayah, boleh nggak? Sang milyarder merasa kaget. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yang tidak pernah dibayangkan. Ternyata bukan uang yang diminta, bukan pula pakaian yang indah dan mahal yang diminta Santy, tapi hanya sebutan atau panggilan “ayah”. Tiba-tiba hati sang milyarder itu bergetar hebat. “Boleh, kau panggil aja ayah sama om”. Terimakasih ... ayah. Kapan lagi ayah datang kesini? Santy boleh minta lagi ayah?” “Tentu boleh sayang, mau minta apalagi? “Santy minta, kalau ayah kesini lagi, bawa foto ayah, ya. Santy nanti mau gantung dikamar tidur. Kalau Santy rindu sama ayah, Santy bisa cium foto ayah. Sang milyarder itu manggut-manggut sambil bercucuran air mata memeluk dengan erat dan menciumi Santy dan berkata, besok ayah kesini lagi dan akan bawa foto ayah dan akan sering ketemu Santy. Hati sang milyarder itu berbunga-bunga penuh KEBAHAGIAAN.

           Menemukan KEBAHAGIAAN  bukan harus memiliki harta berlimpah, bukan dengan menjelajahi seluruh bumi, tapi bisa menemukan saat kita bisa memberi apa yang KITA MILIKI untuk orang lain, walau hanya sebuah ungkapan “CINTA” yang sederhana.
 

Sunday, February 23, 2014

HARTA DAN KEBAHAGIAAN



          Seorang milyarder asal Austria bernama Karl Rabeder, memutuskan untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya senilai tiga juta Poundsterling atau setara Rp.50 Miliar setelah menyadari kekayaannya itu tidak membuat dia bahagia. Dia menjual villa mewah dengan danaunya di pegunungan Alps senilai Rp.21 Miliar. Dia juga menjual rumah dan lahan pertanian dengan nilai Rp.10 Miliar, enam koleksi pesawat terbang layang senilai  Rp.6 Miliar dan sebuah mobil mewah senilai Rp.700 juta. 

          Rabeder tidak menyisakan apa pun dari kekayaannya. Rabeder akan keluar dari rumah mewahnya, lalu menyepi ke sebuah rumah sederhana. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin. Sejak saat itu, Rabeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas dan tidak lagi merasa terbebani. 

          Kekayaan memang salah satu hal penting yang harus kita miliki demi kelangsungan hidup kita. Sebab tanpa kekayaan, mustahil bagi kita untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Namun demikian, janganlah kita jadikan kekayaan sebagai tujuan utama dalam hidup kita, sebagai sesuatu yang bisa menjamin kebahagiaan dan ketenteraman hidup kita. Jangan sampai kekayaan justru menjadi jerat yang membuat hidup kita bergantung kepadanya. Sebab jika kita mulai menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama hidup kita, kita tidak akan merasa puas dan bahagia. Hal inilah yang sangat disadari oleh Rabeder, hingga dia menyumbangkan semua hartanya dan memutuskan untuk hidup sederhana di hari tuanya.

          Jadi kehidupan kita tidak tergantung dari kekayaan yang kita miliki. Kehidupan manusia hanya tergantung pada Tuhan. Jadi jangan sampai kita terikat dan bergantung pada kekayaan. Sebaliknya, biarlah hidup kita selalu bergantung kepada Tuhan sebab Dialah sumber kehidupan. Gunakanlah kekayaan kita untuk berbagi dengan sesama agar kekayaan kita bisa menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita pun akan diberkati dan tanpa kita sadari, kita telah mengumpulkan harta di surga yang bisa kita nikmati dalam kehidupan kekal nanti.

Friday, February 21, 2014

HARTA DAN KEBAHAGIAAN



          Seorang milyarder asal Austria bernama Karl Rabeder, memutuskan untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya senilai tiga juta Poundsterling atau setara Rp.50 Miliar setelah menyadari kekayaannya itu tidak membuat dia bahagia. Dia menjual villa mewah dengan danaunya di pegunungan Alps senilai Rp.21 Miliar. Dia juga menjual rumah dan lahan pertanian dengan nilai Rp.10 Miliar, enam koleksi pesawat terbang layang senilai  Rp.6 Miliar dan sebuah mobil mewah senilai Rp.700 juta. 

          Rabeder tidak menyisakan apa pun dari kekayaannya. Rabeder akan keluar dari rumah mewahnya, lalu menyepi ke sebuah rumah sederhana. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin. Sejak saat itu, Rabeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas dan tidak lagi merasa terbebani. 

          Kekayaan memang salah satu hal penting yang harus kita miliki demi kelangsungan hidup kita. Sebab tanpa kekayaan, mustahil bagi kita untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Namun demikian, janganlah kita jadikan kekayaan sebagai tujuan utama dalam hidup kita, sebagai sesuatu yang bisa menjamin kebahagiaan dan ketenteraman hidup kita. Jangan sampai kekayaan justru menjadi jerat yang membuat hidup kita bergantung kepadanya. Sebab jika kita mulai menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama hidup kita, kita tidak akan merasa puas dan bahagia. Hal inilah yang sangat disadari oleh Rabeder, hingga dia menyumbangkan semua hartanya dan memutuskan untuk hidup sederhana di hari tuanya.

          Jadi kehidupan kita tidak tergantung dari kekayaan yang kita miliki. Kehidupan manusia hanya tergantung pada Tuhan. Jadi jangan sampai kita terikat dan bergantung pada kekayaan. Sebaliknya, biarlah hidup kita selalu bergantung kepada Tuhan sebab Dialah sumber kehidupan. Gunakanlah kekayaan kita untuk berbagi dengan sesama agar kekayaan kita bisa menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita pun akan diberkati dan tanpa kita sadari, kita telah mengumpulkan harta di surga yang bisa kita nikmati dalam kehidupan kekal nanti.

Tuesday, December 17, 2013

KEBAHAGIAAN



      
    Pada hakikatnya manusia itu telah ditakdirkan untuk hidup Bahagia, dan sesungguhnya kebahagiaan ini telah ada di dalam diri setiap orang. Namun kebanyakan orang lebih menyukai untuk mencari kebahagiaan dari luar dirinya sendiri, bukan dari dalam dirinya. Hal ini memang wajar, karena sejak kecil kita telah di ajarkan tentang bagaimana cara  mencari kebahagiaan dari luar diri kita sendiri, seperti : Kita sering diberi dorongan untuk bisa menjadi bintang kelas disekolah dan bagaimana kita bisa berusaha sekuat mungkin untuk mendapat gelar juara dalam suatu pertandingan, dengan demikian kita akan mendapatkan hadiah yang selanjutnya akan memberikan kebahagianan dalam hidup kita. 
          Seperti itulah  proses pembelajaran yang sering  kita terima sejak  kecil, sehingga sudut pandang itulah  yang kita gunakan untuk mencari kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ini. Dengan demikian, kita telah diajarkan untuk menganut sudut pandang tentang : " Kebahagiaan yang Bersyarat " ; bukan kebahagiaan yang sejati. Dimana pada akhirnya berkembang  " Kabahagiaan "  menjadi suatu tujuan. 
          Makanya kita tidak usah heran apabila banyak orang menunda kebahagiaan karena harus mengejar kesuksesan dalam usaha ataupun karier terlebih dahulu. Selanjutnya banyak  orang yang telah mencapai prestasi dalam bisnis maupun karier, namun belum juga menemukan kebahagiaan sejati, malah sebaliknya merasa kecewa, tertekan dan merasa masih  kekurangan.
          Orang-orang bijak berkata : " Kebahagiaan adalah sebuah jalan, bukan tujuan ". Para theolog  juga  mengatakan " Carilah Kerajaan Surga Terlebih Dahulu, maka segalanya akan di tambahkan kepadamu ".
          Mengacu pada kedua kalimat di atas, sangat jelas dikatakan bahwa kunci kesuksesan sebetulnya terlebih dahulu mengalami kebahagiaan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu dalam mengerjakan apapun, dahulukan kegembiraan dan nikmati apa yang sedang anda kerjakan dan temukan kebahagiaannya. Jangan terlalu bergantung pada hasil atau mengkhawatirkan hasilnya, pasrahkan hasilnya pada Yang Kuasa. Fokuslah pada apa yang anda sedang kerjakan, kiranya akan membuahkan hasil yang baik bagi anda. 
          Kebahagian itu bisa kita ciptakan sendiri, bila kita bisa menerima realitas atau keadaan apa adanya, karena disitulah kita bisa merasa bahagia. Kedengarannya memang sangat sederhana, tapi  banyak orang menemui kesulitan,  oleh karena ego yang tidak mau mengalah. Dengan demikian untuk  merasa bahagia, kita  tidak perlu harus sukses terlebih dahulu. Kita bisa juga merasa bahagia ketika sedang gagal, berduka, maupun sedang mengalami peristiwa yang tidak enak, jikalau kita dengan sadar mau menerima realitas atau kenyataan tersebut. Kita akan merasa bahagia, ketika pikiran kita rileks, pikiran damai, dan terbebas dari perasaan negatif sewaktu menghadapi realitas apa pun yang muncul di sekeliling kita.

Tuesday, November 19, 2013

RAHASIA UMUR PANJANG



Memiliki umur yang panjang tentulah menjadi impian dari semua manusia normal di muka bumi ini. Semua  keluarga mengharapkan  semua anggota keluarganya dapat memiliki umur panjang. Banyak orang meyakini bahwa umur panjang dapat diperoleh melalui kehidupan keluarga yang bahagia dan  mempunyai pola makan yang sehat. Oleh karena itu banyak keluarga yang selalu menyediakan makanan yang sehat untuk keluarganya.
Selain faktor kesehatan, tentu saja umur panjang juga dipengaruhi faktor  psikologi dan hubungan sosial serta  kontrol emosi yang positif. Disamping faktor tersebut diatas tentu ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kehidupan dan lingkungan seperti berikut ini.  
    
a. Keluarga yang harmonis.
Menurut penelitian orang-orang yang hidupnya bahagia cenderung hidup lebih lama atau mempunyai umur panjang. Menciptakan kehidupan keluarga yang bahagia memang tidak selalu gampang, tetapi selalu bisa dibangun dan diupayakan. Untuk itu perlu dibangun rasa kebersamaan, saling mempercayai, saling mendengar dengan demikian akan tercipta rasa cinta kasih dan kebahagiaan. 

b. Pernikahan yang bahagia.
Menurut penelitian rata-rata orang-orang yang memiliki pernikahan bahagia cenderung umurnya lebih panjang dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berkeluarga (single). 
c. Menjadi tetangga yang baik.
Saling mengasihi dan memperlakukan orang lain seperti apa yang kita inginkan adalah salah salah satu kebutuhan hidup yang bahagia. Tetangga merupakan  komunitas pendukung hidup kita dimana bantuannya sering kita perlukan.  Tetangga akan mencegah kita hidup dari rasa terisolasi dan kesepian. Hal ini akan mendukung hidup bahagia dan umur panjang. 
d. Melayani  orang lain.
Hidup melayani orang lain adalah tindakan yang selalu menciptakan kebahagiaan tersendiri sebagai akibat dari kebahagiaan yang dirasakan orang yang dilayani. Tindakan seperti ini akan membuang sikap ego yang bisa memisahkan kita dari orang lain. Orang yang penuh kasih sayang akan sangat mudah memahami orang lain, memiliki empati sama orang lain dan tidak gampang stress. Kasih sayang akan menumbuhkan kebaikan untuk mencintai orang lain. Perilaku yang tidak mementingkan diri sendiri dan mendahulukan orang lain  akan menumbuhkan cinta, perdamaian. 
e. Melupakan kesalahan orang lain.
Melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain merupakan obat yang paling manjur bagi perasaan kita yang tertekan karena menyimpan kekecewaan dalam kehidupan kita.  Seringkali orang terbeban oleh masa lalu yang tidak  bisa dilupakan dan akan menjadi penyakit berkepanjangan apabila selalu disimpan dalam hatinya. Makanya orang bijak sering berkata rela memaafkan adalah obat yang paling manjur. Sikap rela memaafkan akan meningkatkan hubungan dengan sesama dan memperpanjang umur kita. 

f. Saling menghargai.
Sikap saling menghargai akan menumbuhkan rasa toleransi. Dengan sikap toleransi penderitaan kita akan terasa  kecil dan berkat kita terasa besar. Sikap toleransi dapat  mengubah situasi negatif menjadi situasi positif. 

g. Rendah hati
Hidup dengan rendah hati akan membawa kita kedalam kehidupan yang sederhana, bersih tidak banyak menuntut tapi justru banyak memberi. Orang yang rendah hati selalu melakukan hal-hal, yang bisa dilakukan sendiri.
Anda ingin memiliki umur panjang? Lakukanlah hal-hal tersebut diatas dalam kehidupanmu.

Saturday, November 2, 2013

KEBAHAGIAAN



          Pada hakikatnya manusia itu telah ditakdirkan untuk hidup Bahagia, dan sesungguhnya kebahagiaan ini telah ada di dalam diri setiap orang. Namun kebanyakan orang lebih menyukai untuk mencari kebahagiaan dari luar dirinya sendiri, bukan dari dalam dirinya. Hal ini memang wajar, karena sejak kecil kita telah di ajarkan tentang bagaimana cara  mencari kebahagiaan dari luar diri kita sendiri, seperti : Kita sering diberi dorongan untuk bisa menjadi bintang kelas disekolah dan bagaimana kita bisa berusaha sekuat mungkin untuk mendapat gelar juara dalam suatu pertandingan, dengan demikian kita akan mendapatkan hadiah yang selanjunya akan memberikan kebahagianan dalam hidup kita. 

          Seperti itulah  proses pembelajaran yang sering  kita terima sejak  kecil, sehingga sudut pandang itulah  yang kita gunakan untuk mencari kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ini. Dengan demikian, kita telah diajarkan untuk menganut sudut pandang tentang : " Kebahagiaan yang Bersyarat " ; bukan kebahagiaan yang sejati. Dimana pada akhirnya berkembang  " Kabahagiaan "  menjadi suatu tujuan. 

          Makanya kita tidak usah heran apabila banyak orang menunda kebahagiaan karena harus mengejar kesuksesan dalam usaha ataupun karier terlebih dahulu. Selanjutnya banyak  orang yang telah mencapai prestasi dalam bisnis maupun karier, namun belum juga menemukan kebahagiaan sejati, malah sebaliknya merasa kecewa, tertekan dan merasa masih  kekurangan. 

          Orang-orang bijak berkata : " Kebahagiaan adalah sebuah jalan, bukan tujuan ". Para theolog  juga  mengatakan " Carilah Kerajaan Surga Terlebih Dahulu, maka segalanya akan di tambahkan kepadamu ". 

          Mengacu pada kedua kalimat di atas, sangat jelas dikatakan bahwa kunci kesuksesan sebetulnya terlebih dahulu mengalami kebahagiaan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu dalam mengerjakan apapun, dahulukan kegembiraan dan nikmati apa yang sedang anda kerjakan dan temukan kebahagiaannya. Jangan terlalu bergantung pada hasil atau mengkhawatirkan hasilnya, pasrahkan hasilnya pada Yang Kuasa. Fokuslah pada apa yang anda sedang kerjakan, kiranya akan membuahkan hasil yang baik bagi anda. 

          Kebahagian itu bisa kita ciptakan sendiri, bila kita bisa menerima realitas atau keadaan apa adanya, karena disitulah kita bisa merasa bahagia. Kedengarannya memang sangat sederhana, tapi  banyak orang menemui kesulitan,  oleh karena ego yang tidak mau mengalah. Dengan demikian untuk  merasa bahagia, kita  tidak perlu harus sukses terlebih dahulu. Kita bisa juga merasa bahagia ketika sedang gagal, berduka, maupun sedang mengalami peristiwa yang tidak enak, jikalau kita dengan sadar mau menerima realitas atau kenyataan tersebut. Kita akan merasa bahagia, ketika pikiran kita rileks, pikiran damai, dan terbebas dari perasaan negatif sewaktu menghadapi realitas apa pun yang muncul di sekeliling kita.