Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts

Saturday, April 19, 2014

UPAYA UNTUK SELALU HIDUP BAHAGIA

          Semua insan dimuka bumi ini tentu ingin memperoleh kehidupan yang penuh kebahagian. Maka kita tidak perlu heran kalau berbagai cara dilakukan seseorang untuk mendambakan hidup bahagia itu.  Untuk itu seorang pemuda melakukan berbagai upaya  dalam kehidupannya, salah satu dari berbagai upaya yang dilakukannya adalah meminta nasehat dan petunjuk dari orang bijak. Maka orang bijak tersebut memberikan beberapa nasehat sebagai berikut :

Pertama :  Anggaplah dirimu sendiri seperti orang lain.
Dengan menganggap dirimu seperti orang lain, maka ketika mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan, dengan sendirinya kesulitan dan penderitaanmu itu akan terasa lebih ringan.  
Demikian juga sebaliknya, apabila kamu  mengalami sukacita atau kegembiraan yang luar biasa, dengan menganggap diri sendiri seperti orang lain, maka sukacita dan kegembiraan itu tidak akan membuatmu sombong dan  lupa diri.

Kedua :  Anggaplah orang lain seperti dirimu sendiri.
Dengan menganggap orang lain seperti dirimu sendiri, maka saat orang lain sedang mengalami kesusahan dan tidak beruntung, kamu  bisa berempati, bahkan mengulurkan tangan untuk memberi bantuan. Kamu juga akan bisa menyadari akan kebutuhan dan keinginan orang lain. Hal itu menempa kamu untuk berjiwa besar serta penuh sikap toleransi.

 Ketiga : Anggaplah orang lain seperti mereka sendiri.
Kita juga harus menghormati dan menghargai privasi orang lain, menjaga hak asasi manusia dengan memperlakukan orang lain sama dan sejajar. Dengan demikian diantara  kita tidak ada  permusuhan,  saling mengganggu dan menyakiti orang lain.
Maka setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri dan apabila terjadi ketidakcocokan atau perbedaan pendapat, masing-masing tetap bisa saling menghargai."

Keempat:  Anggaplah dirimu sebagai dirimu sendiri
Kalimat terakhir ini mungkin akan sedikit membingungkan kamu. Bagaimana caranya kamu harus bisa merangkum keempat kalimat tersebut menjadi satu. Sehingga bisa mengerti bahwa semua kalimat itu bisa membuat kamu dan orang lain sekaligus bisa sama-sama gembira.
Jawabannya adalah, “Renungkan dan gunakanlah waktumu seumur hidup untuk belajar dan mengalaminya sendiri."
Apabila engkau meninggal, kelak dikemudian hari orang-orang akan membicarakan dan menyebut-nyebut namamu dengan julukan sebagai : “Orang bijak yang selalu gembira dan selalu menularkan kepada banyak orang yang dikenal”.

Sebagai makhluk sosial, manusia  dituntut untuk selalu belajar mencintai kehidupan dan berinteraksi dengan manusia lain di muka bumi ini. Sepanjang  kita mampu menempatkan diri,  mengerti dan bisa menghargai hak-hak orang lain, serta mengerti keberadaan jati diri sendiri pada setiap jenjang proses kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang lentur dan luwes. Dengan demikian, dimanapun kita hidup dan bergaul dengan orang lain, akan selalu timbul kehangatan, kedamaian, dan kegembiraan. Sehingga, kebahagiaan hidup akan muncul secara alami.



Saturday, April 5, 2014

CARI TEMAN ATAU MUSUH



          Cari teman jauh lebih susah daripada cari musuh, demikian suatu ungkapan yang mungkin sudah sering kita dengar.  Demikian halnya yang dialami dua orang yang bertetangga di sebuah desa. Ponario adalah seorang petani yang membuka usaha  pertanian sayur-mayur pada lahan disamping rumahnya. Tak jauh dari rumahnya tinggal juga seorang peternak kambing.  

          Kambing-kambing tersebut sering dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya, sehingga sering masuk ke perkebunan sayurnya Ponario, sehingga sayur-sayuran itu banyak yang dimakan dan dirusak kambing-kambing tersebut. Suatu saat Ponario mendatangi peternak kambing dan meminta supaya kambing-kambing tersebut dikandangi.
Namun pemilik kambing tersebut kelihatannya tidak perduli dengan keluhannya pak Ponario tersebut, karena kambing-kambing tersebut masih sering berkeliaran dan masuk ke kebun sayur pak Ponario.

          Lama kelamaan pak Ponariopun sudah tidak sabar melihat sikap peternak kambing yang kurang bertanggungjawab itu. Akhirnya ia memutuskan akan melaporkan si peternak kambing itu kepada aparat penegak hukum.
Suatu saat dia pergi menemui penegak hukum dan melaporkan kejadian tersebut.
Aparat penegak hukum tersebut mendengar secara cermat laporan pak Ponario dan sangat memahami persaannya. Kemudian aparat penegak hukum tersebut berkata, saya bisa memanggil peternak kambing tersebut,  memerintahkan supaya kambing-kambingnya dimasukkan kedalam kandang serta memberi ganti rugi atas kerusakan kebun sayurmu.  

          Tetapi perlu diingat  kamu akan bermusuhan dengan peternak kambing itu atau akan kehilangan seorang teman. Mana yang kau pilih, mau berteman atau bermusuhan dengan tetanggamu itu?"  Tentu saja saya lebih senang berteman dengan tetangga saya itu, jawab Ponario. 
"Kalau begitu saya akan berikan saran atau satu usul, coba kamu buat pagar sekeliling kebun sayurmu itu supaya kambing-kambing itu tidak bisa masuk, dengan demikian kebunmu itu akan aman dari gangguan kambing itu dan hubungan kamu juga akan tetap  terjaga baik dengan tetanggamu itu.

          Menganggap saran penegak hukum tersebut cukup baik, maka iapun menyetujuinya.
Sesampai di rumah, Ponario membuat pagar sekeliling kebun tersebut sesuai saran penegak hukum itu. Seminggu kemudian setelah Ponario panen sayuran, dia memberikan sayuran tersebut satu keranjang kepada peternak kambing tersebut. Anak-anak peternak kambing itu menerima sayuran itu dengan penuh rasa sukacita.
Kebaikan Ponario membuat sipeternak kambing terketuk hatinya, maka besoknya diapun membuat kandang untuk kambing-kambinya itu supaya tidak selalu berkeliaran.
Selain itu ketika tiba waktunya memerah kambing, sipeternak kambing itupun selalu memberi Ponario beberapa botol susu kambingnya.
Demikianlah kedua tetangga tersebut terhindar dari rasa permusuhan, akan tetapi persahabatan yang baiklah yang muncul.

Friday, April 4, 2014

MANUSIA SELALU CARI YANG LEBIH




Mana yang lebih mudah?
Meningkirkan semua kerikil tajam dijalan
atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka.

Mana yang lebih memungkinkan?
Mensterilkan semua tempat agar tidak ada kuman
atau memperkuat daya tahan tubuh kita

Mana yang lebih mudah?
Mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan
atau menjaga hati kita sendiri agar tidak mudah tersinggung

Mana yang lebih penting?
Menguasai orang lain
atau menguasi diri sendiri

Yang penting bukan bagaimana orang
harus berbuat baik kepada kita,
melainkan bagaimana kita harus
berbuat baik kepada semua orang

Bukan orang lain yang bikin kita bahagia,
tetapi sikap kitalah yang menentukan
kita bahagia atau tidak.

Tuesday, April 1, 2014

POLA HIDUP YANG SALAH



Pada zaman dulu orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Orang tua dulu  memiliki anak banyak, rumah dan halaman pun luas, bahkan memiliki kebun dan  semua anak-anaknya bersekolah.

Sekarang orang berangkat kerja subuh dan sampai rumah tengah malam.
Jam kerjanya melebihi jam kerja orang tuanya  tapi rumah dan  tanah yang dimiliki tidak seluas rumah  orang tuanya dan  takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan.

Apa yang salah dengan Pola Hidup Orang Modern.
Orang tua kita  hidup tanpa banyak alat bantu tapi  tenang menjalani hidupnya.

Sementara kita hidup dengan berbagai perlengkapan dan  peralatan komunikasi yang canggih  yang  seharusnya  sangat mempermudah hidupnya, tapi tetap saja kerepotan...

Tidak sempat menikmati hidup karena semuanya dilakukan dengan terburu-buru.

Pergi  kerja, TERBURU-BURU.

Pulang kerja, TERBURU-BURU.

Makan siang, TERBURU-BURU.

Dilampu merah, TERBURU-BURU.

Celakanya  Berdo'a pun,  TERBURU-BURU.

Mungkin hanya mati, tidak mau, TERBURU-BURU.

Tentunya kalau kita sadar pasti ada yang salah dalam Pola Hidup kita

Mari kita  renungkan apa yang salah dalam Pola hidup kita. Hiduplah dengan penuh ketenangan dan kedamaian tanpa harus selalu TERBURU-BURU

Sunday, March 30, 2014

TULARKANLAH KEBAHAGIAAN BUKAN PENYAKIT



          Karena bangun kesiangan setelah sampai larut malam merayakan pesta ulang tahunnya, pada hari itu Franky berangkat ke kantornya dengan naik taksi tidak seperti biasanya naik bus kota. Hatinya sangat penuh rasa suka cita setelah menerima berbagai ucapan selamat dan berbagai hadiah dari saudara-saudara dan teman-temannya.  Setelah menaiki sebuah taksi dia menyapa supir taksi dengan sangat ramah, “Selamat pagi pak, apa kabar hari ini?” Baik pak, jawab si sopir taksi. Apakah sudah membawa mobil ini mulai tadi malam, atau baru mulai pagi ini? Oh, saya baru mulai narik pagi ini pak, jawab sang sopir. Apakah bawa mobil sendiri atau mobil orang lain, tanya Franky lebih lanjut. Bukan pak saya bawa mobil orang lain jawab sopir taksi.

          Kalau begitu bapak harus memberikan setoran kepada pemilik mobil setiap hari? Ya, betul sekali pak jawab si sopir taksi. Saya harus mencari setoran 300 ribu rupiah untuk pemilik mobil dulu, selebihnya baru untuk saya dan untuk membeli bahan bakar. Tanpa terasa karena asik berbincang-bincang Franky sudah tiba didepan kantornya. Sebelum turun dari taksi Franky membuka dompetnya dan mengeluarkan tiga lembar uang seratusan ribuan rupiah, sambil berkata  hari ini saya membayar ongkos sejumlah uang setoran, maka bapak tinggal cari kelebihannya untuk dibawa ke rumah dan beli bahan bakar. Terimakasih banyak pak, jawab sopir taksi dengan penuh rasa terharu. Harga menurut Argometer hanya seratus dua puluh ribu rupiah.

           Dengan perasaan yang sangat senang karena pagi-pagi sudah dapat uang setoran, maka dia langsung mampir ke warung nasi langganannya untuk serapan pagi. Sebagaimana biasanya yang punya warung sudah tau makanan dan minuman permintaan dia sehari-harinya, yaitu nasi dengan lauk telur dadar dan minuman teh manis. Tapi sebelum makanannya disajikan pelayan warung itu, si sopir berkata kali ini lauknya ditambah rendang dan minumnya kopi susu katanya.  Setelah selesai makan dia menanyakan berapa biaya makan dan minumnya, lalu yang punya warung berkata dua puluh lima ribu pak katanya. Sang sopir taksi mengambil selembar uang lima puluh ribuan sambil berkata kepada pemilik warung, kali ini saya bayar dua kali lipat, kelebihannya saya berikan tips untuk para pelayan warung ini.

          Ketika sore mau pulang pemilik warung memberikan tambahan transport masing-masing dua belas ribu lima ratus rupiah kepada dua orang pelayan warung tersebut, hasil pemberian sang sopir taksi itu.  Sesampainya dirumah kedua pelayan itu masing-masing mengatakan kepada anaknya, besok pagi mau berangkat sekolah ibu akan memberikatan tambahan uang jajan lima ribu rupiah, dengan permintaan kamu harus lebih rajin lagi belajar. Besok paginya si anak bangun lebih cepat dengan penuh semangat berkemas-kemas mau berangkat sekolah dengan tambahan uang jajan lima ribu rupiah.
Begitulah Franky telah menularkan kebahagian kepada orang lain, termasuk orang yang tidak dikenal.