Pada waktu saya masih duduk di Sekolah
Dasar, ada satu pepatah yang sering saya dengar yang berbunyi “Orang Sabar
Dikasihi Tuhan”. Namun saat ini nampaknya pepatah tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Kalau kita melihat kehidupan manusia saat ini sudah lebih sering tidak punya
kesabaran. Memang dari zaman dahulu ketidaksabaran itu juga sudah ada, bahkan
ketidaksabaran itu mungkin sama waktu lahirnya dengan kesabaran itu sendiri.
Akan tetapi kalau kita cermati perilaku manusia sekarang sudah semakin tidak
punya kesabaran dan jauh lebih punya ketidaksabaran dibandingkan manusia zaman
dulu.
Ada orang yang mengatakan ketidaksabaran
manusia sekarang juga dipicu penemuan beberapa teknologi. Teknologi digital
saat ini telah mengubah hidup kita, bisa mendapatkan hasil yang instan dan
membuat kita semakin mendambakan kepuasan instan dalam beberapa aspek
kehidupan. Kita telah menjadi masyarakat yang menginginkan pemuasan segera dan
kita menuntut segalanya bergerak serba cepat sesuai dengan cara yang kita
inginkan. Kalau tidak, kita cenderung frustasi dan uring-uringan sebagai
pertanda ketidaksabaran kita. Manusia zaman sekarang sudah tidak punya seni
untuk tidak terburu-buru menikmati setiap kejadian.
Sifat ketidaksabaran itu juga tidak
hanya dijumpai didunia komunikasi digital. Dalam berbagai bidang kehidupan lain
juga kita bisa dengan gampang melihat
orang tidak sanggup dan sabar lagi untuk menunggu. Kita mungkin pernah melihat
orang berbicara terlalu cepat, makan terlalu cepat, menyetir kendaraan terlalu
cepat, menghabiskan uang terlalu cepat sehingga semua selalu terburuburu dan
mungkin hanya mati yang tidak mau terlalu cepat atau terburu-buru.